ANALISA SISTEM DISTRIBUSI AIR PDAM DI DESA PEMONGKONG KEC. JEROWARU KAB. LOMBOK TIMUR

M. Helmi, Rudy Sutanto, Yesung Allo Padang

Abstract


Dalam proses pendistribusian air bersih ke desa Pemongkong, sering terjadi kekurangan debit di beberapa dusun, sehingga pada penelitian ini akan dicari faktor apa saja yang menyebabkan debit aliran pada beberapa dusun sangat rendah.

Secara umum kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi. Hal ini dapat dilihat dari kebutuhan rata-rata (debit demand) harian berdasarkan SKAB DPU sebesar 9,96 L/s, sedangkan debit yang tersedia di sumber dari bulan Januari s/d Agustus 2012 lebih dari 9,96 L/s. Kemudian terjadi penurunan debit mulai bulan Oktober s/d Desember 2012, sehingga kebutuhan masyarakat tidak dapat terpenuhi. Sedangkan pada jam puncak beberapa dusun mendapatkan debit aliran yang sangat rendah, bahkan tidak mendapatkanya sama sekali. Hal ini disebabkan karena keterbatasan debit yang disediakan oleh sumber, dimana debit maksimum yang dihasilkan oleh sumber sebesar 12,4 L/s, sedangkan kebutuhan pada jam puncak mencapai 22,09 L/s.

Selanjutnya untuk analisa head loss dan head tekan sisa, pada jam puncak untuk pemakaian maksimum (bulan Pebruari 2012) terdapat dua dusun yang mengalami head tekan sisa yang cukup rendah dibandingkan dengan dusun yang lain. Kedua dusun tersebut yaitu di dusun Ujung berdasarkan perhitungan manual sebesar 20,15 m, dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 21,94 m, sedangkan di dusun Permas berdasarkan perhitungan manual sebesar -2,81 m dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar -1,50 m. Hal ini menyebabkan potensi hambatan aliran menuju kedua dusun tersebut cukup tinggi, dan aliran cendrung akan menuju tempat di mana Head Tekan sisa yang lebih tinggi. Permasalahan ini dapat diatasi dengan memperbesar diameter pipa transmisi yang menuju kedua dusun tersebut dari 2 in menjadi 3 in. Head tekan sisa yang dihasilkan setelah menggunakan diameter pipa 3 in adalah di dusun ujung berdasarkan perhitungan manual sebesar 111,31 m, dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 112,45 m, sedangkan di dusun Permas berdasarkan perhitungan manual sebesar 102,72 m dan berdasarkan simulasi Epanet 2.0 sebesar 103,01 m.


Full Text:

PDF

References


Andika, Rahmad Danu, 2009, Pemodelan sistem Distribusi Jaringan Air Minum, Tugas Ahir, bandung : Institut Teknologi Bandung.

Anonim, 2010, Buku Ajar Sistem Distribusi Air Minum, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Anonim, 1996, Kriteria Perencanaan Distribusi Air bersih, Ditjen Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum.

Munson, Bruce R., Young, Donald F., Okhiishi, Theodore H., 2005, Mekanika Fluida; Jilid 1, Jakarta : Erlangga.

Munson, Bruce R.., Young, Donald F., Okhiishi, Theodore H., 2005, Mekanika Fluida; Jilid 2, Jakarta : Erlangga.

Potter, Merle C., Wiggert, David C., 2011, Schaum’s Outlines Mekanika Fluida, Jakarta : Erlangga.

Roberson, Jhon A., Cassidy, Jhon J., Chaudry, M. Hanif, 1997, Hidraulic Enginering; 2nd Edition, USA : Jhon Wiley & Sons inc.

Streeter, Viktor L., Wylie, E. Benjamin, Bedford, Keith W., 1998, Fluid Mechanic, Singapore : Mc Graw Hill.

Sudrajat S., A., 1983, Mekanika Fluida dan Hidrolika, Bandung : Nova.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Dinamika Teknik Mesin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.