Investigasi simulasi numeris dan eksperimen proses springback berbentuk cup silider pada lembaran baja karbon Jis-G3141

Bambang Mulyanto, D.S. Khaerudini

Abstract


Abstrak-Proses pembentukan lembaran baja karbon (sheet metal forming, SMF) adalah salah satu proses manufaktur yang umum digunakan dalam industri otomotif. Dibandingkan dengan pengecoran dan forging, pembentukan dengan lembaran metal lebih memberikan keuntungan, dari berat material yang lebih ringan dan variasi bentuk yang dapat dibuat. Salah satu kendala dalam proses SMF  yaitu fenomana spring back yang dapat menyebabkan penyimpangan ukuran produk lembaran.Springback terjadi karena adanya gaya balik karena pengaruh elastisitas material lembaran baja karbon yang mengalami proses pembentukan. Ironing lembaran baja karbon JIS-G3141 dengan ketebalan 0,8 dan 1,0 mm dilakukan dengan tekanan 2,9 MPa dan penahan waktu 40 stroke per menit (1 stroke per menit ≈ 1,5 detik). Data eksperimen yang dilakukan dengan die tunggal pada material uji berbentuk Cup Silinder menunjukkan bahwa semakin kecil nilai ironing maka semakin besar nilai springback material. Oleh karena itu, fenomena springback dapat direduksi dengan perekayasaan proses ironing dengan rentang 0,15 mm.


Full Text:

PDF

References


Investigasi simulasi numeris dan eksperimen proses springback berbentuk cup silider pada lembaran baja karbon Jis-G3141

Abstrak-Proses pembentukan lembaran baja karbon (sheet metal forming, SMF) adalah salah satu proses manufaktur yang umum digunakan dalam industri otomotif. Dibandingkan dengan pengecoran dan forging, pembentukan dengan lembaran metal lebih memberikan keuntungan, dari berat material yang lebih ringan dan variasi bentuk yang dapat dibuat. Salah satu kendala dalam proses SMF yaitu fenomana spring back yang dapat menyebabkan penyimpangan ukuran produk lembaran.Springback terjadi karena adanya gaya balik karena pengaruh elastisitas material lembaran baja karbon yang mengalami proses pembentukan. Ironing lembaran baja karbon JIS-G3141 dengan ketebalan 0,8 dan 1,0 mm dilakukan dengan tekanan 2,9 MPa dan penahan waktu 40 stroke per menit (1 stroke per menit ≈ 1,5 detik). Data eksperimen yang dilakukan dengan die tunggal pada material uji berbentuk Cup Silinder menunjukkan bahwa semakin kecil nilai ironing maka semakin besar nilai springback material. Oleh karena itu, fenomena springback dapat direduksi dengan perekayasaan proses ironing dengan rentang 0,15 mm.




DOI: https://doi.org/10.29303/dtm.v10i1.326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.