Effect of mass variation of material on continuous vertical type drying machines against drying time

S. Syahrul, D.F. Nansah, A. Mulyanto, M. Mirmanto

Abstract


Post-harvest handling of grain before being ground or stored for a long time is drying or reducing water content.  To dry the grain is more effective by using a mechanical dryer. In this study, grain drying was carried out using a continuous vertical dryer by varying the grain mass to determine the effect of grain mass variation on the grain drying time.  Mass variations observed were 10 kg, 20 kg, 30 kg, 40 kg, 50 kg, 60 kg, with an air temperature of 50°C and an air velocity of 7 m/s. The result showed that the more grain mass the lower the drying rate. However, the drying time was longer, and the efficiency was higher. At the 10 kg, the fastest drying time was 75 minutes.  Whereas at the 60 kg,  the maximum drying time was 150 minutes.  The highest efficiency of 8.78, occured at a mass of 60 kg and the lowest efficiencywas 1.6%  occured at a mass of 10 kg.


Keywords


Grain; Drying; Vertical continuous dryer; Temperature; Efficiency; Drying rate

Full Text:

PDF

References


Dwika R.T., Ceningsih T., Sasongko S.B., 2012, Pengaruh suhu dan laju alir udara pengering pada pengeringan karaginan menggunakan teknologi spray dryer, Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 1(1), 298-304.

Graciafernandy M.A., Ratnawati, Buchori L., 2012, Pengaruh suhu udara pengering dan komposisi zeolit 3a terhadap lama waktu pengeringan gabah pada fluidized bed dryer, Jurnal Momentum, 8(2), 6-10.

Margana C.C.E., Sukmawaty, 2010, Karakterisasi dan simulasi mesin pengering gabah tipe vertikal kontinyu dengan aliran udara panas berlawanan, Staf Pengajar Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.

Mustofa D.K., 2011, Pengaruh waktu pengeringan terhadap kadar air gabah pada mesin pengering gabah kontinyu kapasitas 100 kg dan daya 1890 W, Jurnal Politeknologi, 10(3), 1-9.

Risnawati, Rais M., Lahming, 2017, Analisis kelayakan teknis dan ekonomis pada pengeringan biji kenari (Canaricum Indicum L.) dengan menggunakan alat pengering tipe cabinet dryer, Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3(2), 80-92.

Rusli R., Jamaluddin, Yanto S., 2018, konduktivitas panas dan koefisien pindah panas pada proses pengeringan gabah dengan menggunakan cabinet dryer, Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 4(1), 126-135.

Suherman, Purbasari A., Aulia M.P., 2012, Pengaruh suhu udara dan berat sampel pada pengeringan tapioka menggunakan pengering unggun terfluidakan, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang.

Suriadi, Murti, 2011, Kesetimbangan energi termal dan efisiensi transient pengering aliran alami memanfaatkan kombinasi dua energi. Jurnal Teknik Industri, 12(1), 34-40.

Syahrul, Mirmanto, Ramdoni S., 2016, Pengaruh kecepatan udara dan massa gabah terhadap kecepatan pengeringan gabah menggunakan pengering terfluidisasi, Jurnal Dinamika Teknik Mesin, 7, 54-59.

Taufiq M., 2004, Pengaruh temperatur terhadap laju pengeringan jagung pada

pengering konvensional dan fluidized bed, Tugas Akhir, Fakultas Teknik Universitas Sebelas

Maret.

Widjanarko A., Ridwan M., Djaini M., Ratnawati, 2012, Penggunaan zeolit sintetis dalam pengeringan gabah dengan proses fluidisasi indirect contatact, Jurnal Teknologi Kimia dan Industri , 2(2), 103-110.

Yahya M., 2015, Kajian karakteristik pengering fluidisasi terintegrasi dengan tungku biomassa untuk pengeringan padi, Jurnal Teknik Mesin, 5(2), 65-71.




DOI: https://doi.org/10.29303/dtm.v10i2.353

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Dinamika Teknik Mesin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.